Jumat, 16 Mei 2014

fanfic snsd

Udara kota Seoul nampak mendung dan dingin. sudah lama mentari tidak menampakkan dirinya beberapa hari ini.
pohon-pohon pun kering, disertai dengan lampu jalanan yang mulai redup. suasana diluar ruangan serasa membunuh mood setiap orang yang ingin melakukan aktifitasnya. Ditengah banyaknya orang yang mencari kehangatan didalam ruangan, rumah, maupun tempat mereka bekerja, sebuah dorm di kota Seoul memancarkan aura yang sebaliknya.
Sembilan gadis muda sedang berkumpul ditengah ruangan. seluruhnya memasang ekspresi muram. beberapa dari mereka melipat tangannya.
“h-hey yorobun, mari kita duduk melingkar bersama, ayo, seperti biasanya ki..”
“Taeyeon, kau jangan pura-pura menganggap semuanya baik-baik saja, kita jelas punya masalah disini.” potong Sunny.
“makanya, kita akan selesaikan masalah itu dengan obrolan heart to heart seperti biasa kan?” ajak Fany
Sica hanya mendengus kesal “ini tidak akan terjadi kalau ada seseorang yang tidak berlaku seenaknya.”
“kau jangan berkata begitu, kau sendiri paling suka seenaknya” timpal Hyoyeon.
mereka bertatapan tegang.
“aeei, kenapa kalian begini sih? bagaimana kalau kita pesan makanan dulu, biar suasana bisa lebih santai.” ajak Sooyoung
“Choi Sooyoung, jika itu merupakan candaan itu tidak lucu, kenapa disaat begini yang kau pikirkan hanya makanan hah?!” Yuri protes
“m-mwo?! aku hanya berusaha mendinginkan suasana, tapi omonganmu tadi, keterlaluan Yuri ya!” Sooyoung malah emosi
“kalian semua hentikan..ada apa ini? kenapa unni semua begini? kalian tidak sedang mengerjaiku kan?” ujar Seohyun. ia merasa jika unni-unninya aneh begini mengingatkan ia ketika sedang mengerjai dirinya dan Fany ketika mereka berdua merayakan ulangtahunnya. sayangnya, mereka semua sedang serius saat ini.
“Seo Juhyun, kita sedang serius disini, kau juga ingat peristiwa belakangan yang menyebabkan seperti ini kan?” ujar Sunny
“onnie, kita berada di dorm tempat kita menjadi keluarga, kenapa kalian ribut begini?” Yoona tidak tahan
“Yoona ya, kau dengan mudahnya mengatakan kita keluarga, berapa kali kau absen dari kumpul heart to heart kita? sampai dorm tengah malam kau hanya numpang tidur.” ujar Sica
“mian onnie, itu karena aku selalu mendapatkan jadwal syuting terus menerus belakangan ini, dan tubuhku hanya memikirkan istirahat ketika di dorm. mian” Yoona menahan tangis
“Sica ya, kau tahu kalau Yoona tidak bisa disalahkan, apa sekarang kau sedang iri dengan karir Yoona?” Hyoyeon tajam
“KIM HYOYEON!” Yuri memperingatkan Hyoyeon yang agak keterlaluan
“yorobun, mari kita bicara baik-baik, ingat kita semua satu, satu keluarga bukan?” Taeyeon berusaha mendamaikan lagi
“kau berusaha ingin menjadi leader lagi Taeyeon?” Sunny tersenyum sinis
“ya! kau tahu tidak seperti itu, kita semua diambang ego masing-masing, tenanglah kalian!” Fany memegang pundak Taeyeon, mendukungnya.
“argh, aku tidak tahan. aku ingin tidur saja.”Jessica datar.
“aku juga, ini sia-sia.” ujar Sooyoung
Yuri melengos masuk kamarnya
“ka-kalian semua, tunggu, tolonglah” ujar Taeyeon
“percuma, kau juga tidak bisa memaksa kami, kau bukan leader kami lagi kan?” ujar Hyo meninggalkan ruang tengah
“Hyoyeon! minta maaf ke Taeyeon sekarang!” Fany melotot tidak terima
namun Hyoyeon cuek melangkah ke kamarnya dan membanting pintunya
“kenapa begini..onnie..kenapa?” Seohyun mulai terisak menangis, disampingnya Yoona berusaha menenangkan, namun airmata Yoona juga tidak terbendung
Sunny masih memasang tampang kesal seramnya sendirian
“Fany ya, kau juga, lakukan apa saja sesukamu. bagaimanapun, aku tidak memaksa kalian” Taeyeon berkaca-kaca lalu meninggalkan Fany menuju kamarnya
Fany speechless, dan menghela napas kecewa.
keesokan paginya, suasana di dorm SNSD menjadi lebih tenang.. namun tenang yang hampa.
“semua, aku pergi.” ujar Sica cuek membawa koper kecilnya.
“Ya, Sica, hati-hati ya..” ujar Yuri
“ne.” Sica menjawab datar dan cuek dan menutup pintu dorm
“Yuri, kau tahu Taeyeon kemana?” Fany panik, ia tidak dapat menghubungi HP Taeyeon
“tidak, jika kau saja tidak tahu bagaimana aku bisa tahu?” Yuri cuek meminum susunya
maknae keluar dari kamar. “onni, bagaimana ini, Yoona onnie tidak berhenti menangis hingga tidurnya, aku takut ia tidak dapat melakukan syuting dengan baik dengan wajah seperti itu.”
“kasihan Yoong, bagaimana kalau kita menengok Yoona nanti di tempat syuting bersama manager oppa?” ajak Yul prihatin
“dasar kau, begitu Sica pergi langsung balik lagi ke Yoona” Hyo menggoda
“m-mwo? Sica benar-benar sedang bad mood, bahkan aku tidak bisa menenangkannya, lebih baik biarkan dia sesukanya dahulu” Yuri sok cuek
“yayaya, kami tahu kok” Hyo meminum susunya sambil tersenyum mengejek
“ya! kalian tidak tahu apa yang paling penting? Taeng menghilang! ia bahkan mematikan HP-nya, apa kalian tidak cemas?”
“Fany ya, kau ini panik sekali, pasti belum sarapan” ujar Sunny tenang
“tentu saja! bagaimana bisa aku sarapan sementara Tae..” namun Fany memalingkan wajahnya ke meja makan dan melihat sebuah note
Fany menghampiri meja makan dan membaca note itu
“yorobun, maaf aku meninggalkan kalian tanpa pamit semalam, namun ayahku tiba-tiba sakit dan adikku cemas menyuruhku untuk pulang karena akupun lama belum pulang kerumah. aku akan kembali..”
Taeyeon
Fany menatap sekeliling. wajahnya memerah. Sunny dan Hyo tersenyum sambil menggeleng santai.
“gimana? Tae-mu baik-baik saja kan? biarkan dia menghabiskan waktu dengan keluarganya” ujar Sunny sambil menyalakan TV
“kalian ini! kenapa tidak memberitahuku dari tadi? padahal semalam kita ada masalah tidak tahu betapa cemasnya aku dengan kita sekarang?”
semua diam. tidak ada yang berani berkomentar, karena takut akan menimbulkan keributan lagi.
“aku..akan kerumah Tae, memastikan ia baik-baik saja.”
“Fany onnie, aku ikut!” ujar maknae yang daritadi diam
“arasso..kalian, baik-baiklah dengan Yoona ya” ucap Fany ke yang lainnya
“tidak usah kau suruh, Fany-ya..” ucap Yuri
semua mengangguk. namun mereka masih menjaga diri satu sama lain karena kejadian semalam.
——————————–
@Rumah Taeyeon
Flashback
“Sooyoung-ah, mau kemana? jangan bilang kau minggat dari sini?!” ujar Tae panik melihat Soo membawa koper didepan pintu dorm
“ahaha, Taeyeon-ah, kau lupa, hari ini aku ada penerbangan pagi ke Jepang? aku ada photoshoot disana.”
“tapi sekarang jam 4 pagi!” Taeyeon masih curiga
“aku ingin kembali dulu kerumah, pamitan dan diantar keluarga nantinya.”
“a-aah, iya iya..aduh maaf aku lupa kalau kau berangkat hari ini. miaaan” Taeng megap-megap maklum
“kwenchana, aku tidak ingin menambah suasana dengan berangkat pagi2 ketika member lain sudah bangun.” Soo memakai Heelsnya.
“Sooyoung-ah” Taeyeon tiba-tiba memeluknya
“w-wae?” Soo kaget
“jebal, jangan tinggalkan kami ya..” Tae menahan tangis
“apa maksudmu? aku hanya akan pergi seperti biasa, dan kembali bersama kalian kan?”
“jangan bohong! aku tahu kau mendapat kontrak untuk bermain film dan drama di Jepang sana kan?! BoA unni menitipkan selamat kepadamu jadi aku tahu..” Taeyeon serius
Sooyoung kaget. ia belum pernah membicarakan hal ini dengan member lain, karena suasana antar mereka yang tidak akur belakangan
“onnie, aku tidak tahu soal itu, tapi melihat kondisi kita sekarang, aku rasa aku perlu mempertimbangkannya.”
“onnie, jangan terlalu cemas oke, istirahat saja..tidak usah selalu memaksakan diri. jika kau memang tidak tahu harus melakukan apa, tidak usah memaksakan diri untuk berbuat sesuatu.” senyum Sooyoung
“tapi Sooyoung-ah..”
“aku tahu, kau tidak ingin membebani yang lain dengan menjadi leader seperti dulu kan. namun aku tahu kau yang paling selalu memikirkan kita, jadi jangan terlalu keras pada dirimu sendiri..aku berangkat.”
nada bicara Sooyoung yang datar dan tegas sangat berbeda dengan Sooyoung biasanya yang ceria dan suka bercanda. namun Taeyeon menjadi tenang dan tidak panik lagi karena ucapan Sooyoung pun ada benarnya.
aku memang bukan leader mereka lagi, tapi akupun tidak ingin kita begini. mungkin ada baiknya aku menjauh dan memikirkan  semuanya sendiri
Flashback ends
“Taeyeon-ah, ayo makan dulu..” ibu Taeyeon mengetuk pintu kamar Tae
Taeyeon tersadar dari lamunannya
“ne ommaa~” sahut Taeyeon
——————–
“Hyoyeon-ah, sampai kapan kita akan begini?” Sunny memecah keheningan dorm
“molla, tapi aku juga tidak bisa terus bersama kalian.”
“h-hah!? apa maksudmu?” Sunny kaget
“ibuku..dia ingin aku segera menikah. ia telah mencarikan calon suami untukku.”
Sunny menganga lebar. mencerna. dia tidak tahu apakah Hyo yang suka ngebanyol ini berkata sebenarnya atau bercanda dengan wajah serius seperti biasanya.
“Hyo-ah..kau..seirus?”
“geurom. ia telah menelponku untuk menentukan kencan buta kita.”
Sunny menghela napas dalam.
“aigooo..lalu bagaimana jawabanmu? apa kau akan menerimanya?”
“aku belum tahu, tapi kau tahu kan, diantara kita yang paling ngebet nikah dan punya anak kan aku.” Hyo santai
“ya! jadi kau mau menerima perjodohan dari ortumu?”
Hyo tidak menjawab.
“aku tidak dapat membayangkan jika kau punya anak, Hyo. kita kan belum pernah…” Sunny tertahan
keduanya bertatapan dan tersenyum.
keduanya menerawang. teringat bagaimana mereka bersembilan mengasuh seorang bayi pada variety show mereka “Hello Baby SNSD” disana mereka merawat bayi berumur 9 bulan. acara tersebut memperlihatkan bagaimana sosok keibuan dari SNSD ketika mengasuh bayi.
“aku membayangkan kalau kita bisa punya bayi seperti Kyungsan dahulu” Hyoyeon menghayal.
“jangan sok, kau hanya menjadi Best Mom satu kali kan? pffft.” ujar Sunny
“aeeei, semua orang tahu kalau aku seharusnya menjadi best mom di setiap episode..” Hyo bangga
“hahaha, aku terbanyak dari kalian yang mendapat gelar Best Mom. Kyungsan dan semua Daily Appa menyukaiku hahaha” Sunny tidak mau kalah
“yang kasihan itu Fany, dari awal sudah ditolak oleh Kyungsan.”
“juga YoonYul! betapa pengennya mereka memegang Kyungsan sendirian..”
“hahahahaa…” keduanya tertawa
“ah, benar juga. kau bilang akan memberikan akhir bahagia untuk Kyungsan, tapi ternyata kau menangis juga kan?” goda Sunny
“tangisku tidak sebanyak kamu, dan juga di setiap variety show kamu selalu saja menangis” Hyo mengingat.
“apa maksudmu?” Sunny malu
“Invicible Youth 1 & 2, kamu selalu meninggalkan  ditengah acara berlangsung” Hyo mengatakan dengan nada menyesal.
“tapi memang itu semua kenangan indah, bagaimana aku tidak menangis jika memikirkan harus berpisah dengan..”
namun keduanya kembali terdiam. masing-masing tahu isi hati mereka. bagaimana mungkin mereka akan berpisah dengan sesuatu yang membuat mereka merasakan banyak cinta dan kenangan tak ternilai. dari grup yang telah menjadikan mereka hingga saat ini. keduanya saling tidak menatap. mata mereka terasa panas.
———————————
@Incheon
“Yoona! ada apa denganmu hari ini?! kita kehilangan 3 adegan dikarenakan kau!” sutradara membentak Yoona
“m-maafkan aku wonjangnim” Yoona merasa bersalah
“apa kau ada masalah, Yoona?” tanya manager Oppa, Song Kibum.
“aah, aniya oppa. aku kurang tidur sepertinya.” Yoona berbohong
“Yoona, setelah ini pengambilan terakhir adegan ini, jangan kecewakan aku!” ucap sutradara tegas.
“agesseumnida wonjangnim.” Yoona merapikan rambutnya
pengambilan terakhir itu akhirnya maksimal juga, berkat pengalaman lama Yoona didepan kamera dan perfilman. ia mampu menyembunyikan wajah kekhawatirannya sesaat.
“Yoona ya!” Yoona menoleh, ia tersenyum setelah melihat siapa yang memanggil.
“bagaimana? lancar syutingnya?” tanya Yuri
“ya, meskipun awalnya aku tidak dapat berkonsentrasi..”
Yuri tersenyum paham.
“Yoona, kamu selalu yang paling sibuk di Soshi semenjak sebelum kita debut.” ujarnya sambil mengelus rambut Yoona perlahan.
“tapi kali ini rasanya aku tidak dapat berhasil..”
“ah kau, merendah saja, kau kan Yoona yang telah dikenal seluruh ahjumma dan haelmoni karena dramanya hahaha”
Yoona tersenyum
“aku serius, apakah aku harus meninggalkan ini semua?” ujar Yoong muram
“m-maksudmu?” Yul pura-pura tidak mengerti
“aku selalu saja mencuri perhatian dari kalian, karena drama dan penampilanku di TV”
“ish kepedean, itusih jaman dulu..sekarang kita semua rata kok dari soal fans, hahaha” Yuri berkata santai
“Yoona ya, meskipun aku bermain drama juga aku tidak bisa sesukses kamu. ternyata sulit sekali memainkan peran dan menjalani script” Yuri memuji Yoona
“Tapi kau, disaat kita sedang sibuk-sibuknya dahulu, masih sempat mendapat penghargaan karena aktingmu. tahun 2008 dan 2009, kau memenangkan “Best New Drama Actress”, “Netizen Award”, “Netizen Popularity Award” berturut-turut!”  lanjut Yuri
“aigu, aku juga tidak menyangka akan menjalani dunia akting dengan baik. aku sangat terharu ketika menerima penghargaan dan mendapat dukungan dari seluruh SONE. aku ingat tribun penonton award ketika itu dipenuhi balon dan baju-baju pink. itu yang membuatku terus yakin mendalami akting. demi SONE. dan demi Soshi pastinya.”
“aku tahu Yoona ya..cuma kau di Soshi yang bisa sukses seperti itu.”
“tapi tidak berarti aku akan meninggalkan Soshi. kau tahu betapa lamanya kita menunggu untuk dapat debut bersama-sama..”
“Yoona, sekalipun kita tidak sukses bersama, aku ingin kau tetap bisa bersinar.”
“onnie, kenapa kau berbicara begitu? aku tidak suka!” Yoona kesal
“maafkan aku, aku hanya berharap semoga semuanya mendapatkan jalan keluar yang terbaik.”
keduanya terdiam, dan menatap satu sama lain dengan menahan perasan masing-masing.
——————————–
“permisi! Taeyeon-ah! kau didalam kaan?” Fany berteriak didepan rumah Taeyeon
“onni! kau harus lebih sopan, ingat ini kediaman keluarga Kim.” Seo mengingatkan Fany
“mian Seohyun, aku takut kalau seandainya Tae tidak ada dirumah, dia hanya beralasan ingin pulang kerumah, ternyata ia malah kabur dan diculik oleh orang..”
“ish onnie! kau terlalu berlebihan!”
namun pintu rumah perlahan dibukakan
“ka-kalian, kenapa kesini?” Tae terkaget.
Fany langsung menyeruak dan memeluk Tae didalam rumahnya
“babo! kau tidak tahu betapa cemasnya kita denganmu hah? kenapa tiba2 menghilang begitu?” Fany menahan tangis sambil masih memeluk Tae
“onnie, kau tidak apa-apa? bagaimana dengan ayahmu?” Seo ikut memeluk onninya
“wah, ternyata kalian datang..” sahut Ibu Taeyeon
“ne omoni, anyeonghaseyo” ujar SeoFany
“hem, hanya kalian berdua ya? mana yang lain?” ibu Taeyeon heran
“ehh, maafkan yang lain omonim, semua sedang sibuk.” ujar Seo cepat
“ahh begitu, tidak apa-apa kok.” ibu Taeyeon tersenyum.
“ayo, kita ke kamarku saja” ujar Taeyeon masih datar.
“hey kalian, kenapa tidak makan dulu?” ujar ayah Tae sambil menyantap makanannya ketika mereka berjalan melalui ruang makan
“abeonim, kudengar dari Taeyeon kau sakit, anda tidak apa-apa?” tanya Fany kaget
“oh, hahaha, aku hanya flu ringan. justru Taeyeon yang meminta pulang kemarin tiba-tiba, aku tidak tahu kenapa.” ayah Taeyeon menjawab santai
“oh syukurlah Abeonim, kukira anda sedang sakit parah.” ujar Seo sopan
Fany melempar pandangan meminta jawaban ke arah Tae
Taeyeon hanya nyengir salting dan mengarahkan matanya ke arah kamarnya di lantai atas.
keduanya pun mengikuti ke kamar Tae.
“ehem. jadi..apa maksudmu Kim Taeyeon?” Fany melipat tangannya dan memasang muka kecewa
“aku..bingung Fany ya. belakangan aku tidak percaya diri sendiri ketika berada ditengah kalian saat ini. Tidak tahu harus melakukan apa.”
“lalu dengan menghilang tiba2 kau berharap bisa menyelesaikan smua? kau tidak tahu betapa paniknya kami?!”
“onnie tidak apa-apa kan?” Seo masih mencemaskan Taeyeon
“maafkan aku semua, hanya saja aku..” Tae tidak melanjutkan kata-katanya
“Taeyeon-ah, bantu ibu membereskan makan malam nak, bisa?” tiba-tiba ibu Taeyeon mengetuk pintu kamar Taeyeon
“ne omma, aku..” Taeyeon senang ada alasan untuk ia meninggalkan suasana aneh ini
“biar aku saja omonim, Taeyeon onni sedang ada obrolan penting dengan Tiffany onni” Seo mengambil inisiatif.
“ah begitu, waah aku senang, rasanya punya anak perempuan lain yang membantuku fufufu” riang ibu Taeyeon
Tiffany mengangguk ke arah Maknae dengan penuh makna, dan memandang tajam Taeyeon
“nah, ceritakan semuanya padaku. ayolah Tae, aku tak ingin kau menanggung beban sendirian.” paksa Fany setelah Seo keluar ruangan.
“haaah” Taeyeon menghela napas dalam
“Fany ya. aku tidak pantas untuk berbicara seperti kemarin ditengah kalian.”
“kenapa tidak? memangnya kau salah apa?”
“aku ingin kita semua bisa bersama kembali, tapi bagaimana jika kali ini semua memang sudah ingin mengambil jalan masing-masing?”
“bagaimana kalau kita masih bersama, namun selalu berada dalam perpecahan seperti ini?” Tae melanjutkan
Fany menelan ludahnya. yang dikatakan Taeyeon ada benarnya, bagaimanapun juga dalam pertemuan akan ada perpisahan. dan itu tidak terkecuali mereka.ya. Girls’ Generation akan bubar.
“Taeyeon-ah. di saat seperti ini, maukah kau memikirkan kenangan manis kita bersama?”
Taeyeon tidak menjawab, ia tersenyum tipis dan berjalan menuju beranda kamarnya. menghirup udara malam dalam-dalam
Tiffany menghampirinya
“kau ingat? pertama kali kita ingin debut di acara Girls Goes To School, kau dengan bodohnya berteriak “aku pasti bisaaaa!” di jembatan sungai Han? hahaha” Tiffany tertawa
“kenapa kau mengingat-ingat hal itu?” Tae malu
“tidak, seandainya.. aku juga dapat berteriak bersamamu waktu itu, kita sedang menghadapi gugup yang sama bukan?”
Keduanya tersenyum
“tapi kita berhasil sukses bersama di show itu bukan? malah aku kesal sama kalian yang mengerjaiku waktu itu! tega sekali kalian dan para SONEs mengacuhkan aku di SMAku sendiri” cemberut Taeng.
“hahaha, aku sudah menahan tawa berkali-kali waktu itu. untung Boom oppa ikutan menjaga suasana tetap aneh.”
“tapi kita berhasil mengerjaimu juga ketika kamu ultah di acara itu, kau bahkan menangis. =P” Taeng puas menjulurkan lidahnya
“masa-masa itu, penuh perjuangan sekali ya. bahkan aku masih jadi bahan ejekan Sooyoung dan Yoona karena bahasa Koreaku yang belum bagus.” malu Fany
keduanya tertawa lepas.
“Taeyeon-ah, manyage..kita memang tidak bisa bersama, apakah kau akan terus bernyanyi?” tanya Fany serius.
“pertanyaan itu. aku belum pernah memikirkannya. aku pernah bilang kan, jika tidak kita bersembilan, aku tidak akan kuat sendirian.”
“tapi Taeyeon, kamu kan selalu sukses menyanyi solo dalam soundtrack-soundtrack drama maupun musikal..”
“kau salah. aku bisa seperti itu karena ditempa bersama kalian. semua berkat kalian.”
“Kalau aku, aku tidak akan berhenti menyanyi. menjadi penyanyi adalah impian dan tujuan hidupku.” tegas Fany
“karena itu, apa..kau mau jika hanya menyanyi bersamaku saja?” ujar Fany
Taeyeon terbelalak kaget, ia terdiam agak lama.
“tidak Fany ya, maafkan aku. aku tidak sekuat TVXQ sunbae yang tegar.” Taeyeon memalingkan wajahnya
“haha, aku pasti gila memintamu begini, maafkan aku. hanya saja..keadaan ini membuatku berpikir macam-macam.”
“kau tidak ingin kita kembali sebagai SNSD?” Tae heran
“tentu ingin, namun apa jadinya, jika yang kamu katakan itu benar, kita menginginkan jalan masing-masing..”
Tiffany memegang tangan taeyeon dengan kedua tangannya, dan berkata lirih
“Taeyeon-ah, apa kau pernah mendengar kutukan 5 tahun? jika itu memang benar, apa yang harus kita lakukan?”
Taeyeon terdiam. ia menahan tangisnya
“aku..tidak ingin berpisah dengan SNSD, juga denganmu.” Fany berkaca-kaca
“aku..juga Fany-ya.”
keduanya berpelukan.
“onnie, kalian diluar?” Seohyun membuka beranda kamar Taeyeon
Taeyeon dan Fany melepaskan pelukan mereka (maaf ya loksmit, no more taeny moment wkwkwkwk)
“Seohyun-ah~” parau mereka berdua
“onni kenapa kalian berdua?”
namun keduanya membuka lengan mereka, mengajak Seohyun untuk berpelukan
Seo yang terbawa suasana seakan mengerti dan ikut meneteskan airmata bersama.
——————————
“APAA!? jadi Sica pulang ke Amrik? sampai kapan?” koor Yoona Hyo dan Sunny
“a-aku tidak tahu, ia tidak mengatakan apa-apa lagi.”
“ya ampun Yuul, kenapa baru bilang sekarang? ini sudah hari kelima Sica pergi!” kesal Sunny
“apa boleh buat, dia memintaku untuk diam..Sica ngeri sekali kan kalau marah..” Yul beralasan.
“apa-apaan ini, ternyta YulSic masih punya rahasia berdua…” Hyo geleng-geleng
“y-ya! aku saja tidak sengaja tahu, karena ada tiket pesawat kutemukan dibalik bantalnya Sica.. setelah itu dia mengancamku untuk tidak ngomong apa-apa.” Yul membela diri
“lalu, apa kau sudah menanyakan kabar Sica?”
“sudah, tapi no. Hp dan rumahnya tidak dapat tersambung.”
“apa perlu kita pergi ke Amrik?” ujar Hyo semangat
“ish, kau hanya ingin jalan-jalannya saja kan?” potong Sunny
“heyy aku bercanda, lagipula kita tidak dalam posisi bisa kemana-mana kan. Paparazzi dimana-mana.” ujar Hyo membuat pose khas Paparazzi dengan dua tangannya
semuanya tersenyum, Hyoyeon memang selalu menjadi mood maker diantara mereka.
“ya, kau tidak se-kece Yoona dalam berpose paparazzi. Yoong, beri contoh sempurna” ujar Yul
semua tertawa melihat gaya lebay sok kece Yoong.
“kalau lebay kayak gitu sih urusannya Sooyoung..hahahaa” Sunny tertawa lepas.
semua hening. mereka mulai menghawatirkan member yang tidak ada di dorm mereka. trio TTS sempat kembali namun Taeyeon dan Tiffany merasa mereka belum dapat bergabung dengan situasi dorm yang sama seperti kemarin. Seohyun sibuk berkuliah dan tinggal dirumah keluarganya sementara ini.
Sooyoung masih tanpa kabar di jepang. dan Sica kabarnya di Amerika..
————————
beberapa hari kemudian…
pada akhirnya, mereka dapat berkumpul di dorm. sudah banyak rumor tidak enak beredar. dan kevakuman SNSD selama ini dianggap karena masih banyak member yang melakukan aktivitas pribadi. namun ada juga yang mengaitkan dengan ‘kutukan 5 tahun’ sebagaimana banyak orang korea percayai.
“oke, kau telepon duluan.” ujar Yuri
“ih, ini ide onnie, cepat hubungi Sooyoung onnie” Yoona mengelak
“aish kalian ini, memang tidak bisa berbicara pada Sooyoung?” Sunny mengambil HP yang diletakkan ditengah mereka
“onni, aku kan takut kalau Soo onnie membentak dengan suara kerasnya.” rengek Yoona.
semua menanti cemas jawaban dari Sooyoung yang ditelpon Sunny
“semoga tidak di reject seperti sebelumnya.” harap Sunny
semua juga berharap yang sama, minimal mereka bisa mendengar bentakan Sooyoung
“yeoboseyo? Sooyoung-ah?!” Sunny tidak sabar
“ya, kenapa baru menjawab sekarang? apa yang kau lakukan sekarang hah?”
Sunny mendengarkan penjelasan Sooyoung. semua merapat, tapi tidak dapat mendengar jelas
“begitu? kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang aneh.” balas Sunny
“baik, kusampaikan pada semua.” tutup Sunny
“bagaimana? apa kata si shikshin?” Hyo jablak
“dia baik-baik saja, dan dia berpesan untuk kita menonton siaran acaranya jam 9 nanti.”
“apa-apaan? apa segitu sibuknya dia sampai dia hanya berpesan untuk menonton acaranya?” ketus Yuri.
“hush, jangan buruk sangka dulu, lagipula, ini memang pilihan dia. kita siap apapun yang terjadi bukan?” Fany menanggapi
“yorobun. apa kalian yakin ini tidak apa-apa?” Taeyeon masih cemas
“onnie, menurutku kita harus menerima jika memang ini yang terbaik.” ujar Seohyun muram
kesemuanya terdiam. mereka harus rela jika kenyataan pahit terjadi. akhir dari Girls’ Generation.
“apa ini terakhir kalinya kita bisa berbicara heart-to-heart bersama?” Yuri berkata takut.
tidak ada yang mengiyakan
“kalau begitu, izinkan aku untuk meminta maaf pada kalian smua. atas sikapku, dan banyak kesalahan pada kalian semua..” Yul berkaca-kaca
“aku, banyak menghabiskan waktu diluar tanpa kalian, egois mengambil perhatian dari kalian semua. maafkan aku” Yoona menanggapi
“kadang aku egois dan suka menonjol sendirian, ngomong seenaknya, tidak peka.. maafkan aku semua.” Fany menahan tangisnya
“aku mungkin banyak berubah saat ini, dan mungkin ada yang tidak nyaman denganku. mianhada.” Sunny berkata tanpa memandang member yang lain
“aku terlalu kaku, dan kadang tidak paham maksud unni smua, maafkan aku jika aku tidak dapat mengerti kalian.” maknae berkata dengan suara parau.
“aku..masih seperti dulu, tidak percaya diri dan kadang membingungkan kalian, maafkan aku sempat menjadi leader yang kaku dan tidak dapat menjaga imagenya. maafkan aku juga karena telah mengambil banyak waktu sebagai solo.” Taeyeon meneteskan airmatanya.
“aku, maafkan aku akan menikah duluan, dan hidup bersama pria. seperti acara danceku, kami akan akur dan romantis.” Hyo berkata seolah tidak ada yang disesali, padahal airmatanya sudah mengalir deras.
semua menanggapi dengan senyum dipaksakan.
“jika berpisah begini, aku masih menginginkan Sooyoung dan Jessica bersama kita saat ini.” Fany menangis
“dua orang bodoh itu, untuk apa dipikirkan?” isak Sunny menyembunyikan perasaannya
“onnie, bisa kita menonton TV sekarang, acaranya Sooyoung unnie akan mulai.” ingat Seo
“siapa yang mau menonton si bodoh itu sekarang.” ketus Hyo
“ayolah, mungkin ini terakhir kita akan menonton TV bersama.” ujar Yuri
TV pun dinyalakan.
“selamat malam. saya MC Sooyoung. terimakasih telah menonton program ini. seperti biasa, kita punya topik menarik di malam hari untuk diperbincangkan. oleh karena itu. saya khusus telah mengundang bintang tamu spesial.” Sooyoung pun mengawali acaranya diiringi riuh tepuk tangan
“setidaknya aku senang ia masih bisa tersenyum dan meniti karirnya dengan lurus.” datar Fany
“tamu kita malam ini tidak lain adalah, ehem. orang yang sangat dekat dan kukenal, SNSD Jessica!” semangat Sooyoung sambil menepukkan tangannya
studio pun riuh rendah, Jessica tampil dengan melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.
semua di dorm snsd :
“APAAAA?! kenapa SICA bisa ada di..?!” koor mereka
“nah karena bintang tamu kita yang cantik telah hadir, kita akan membahas topik yang cukup menarik.” pede Sooyoung
“namun sebelum kita berbincang, ada baiknya kita melihat video berikut ini” ujar Sooyoung sambil menjulurkan tangannya ke arah kamera, diikuti Jessica
“2 Agustus 2007″
sebuah rekaman kamera amatir menyoroti sebuah ruang tunggu artis. di depan pintunya terdapat tulisan “So Nyeo Shi Dae” dalam Hangeul
“aku kangen keluargaku sekarang, saat perjalanan kesini aku mengingat mereka selalu, hehehe. aku gugup dan gemetaran sekarang.” Fany mengawali berbicara ke arah kamera, menunjukkan kegugupannya
“gadis-gadis lain nanti akan menangis, tapi aku tidak akan menangis setelah tampil, aku janji.” yakin Jessica
“lagu kami terus diputar selama perjalanan kesini, dan ketika mataku bertatapan dengan member lain, aku hampir saja menangis” ujar Taeyeon ke arah kamera
“ya! lihat!” seru Yuri semangat kepada Yoona sambil menunjuk layar kaca televisi di ruang artis. televisi itu menampilkan panggung mereka dihiasi tulisan neon gantung bertuliskan So Nyeo Shi Dae. keduanya takjub. perasaan gugup serta bahagia menyelimuti wajah mereka
“perhatikan langkah kalian, yang berada di depan harus bergerak lebih cepat.” perintah Jessica gugup pada Yoona dan Yuri ketika mengecek formasi
“Giliran Sonyoshidae tampil..” Fany berkata dengan polos
“aduh, gimana ini?” panik Yuri dengan muka lebay
“So Nyeo Shi Dae, So~shi” ucap Fany sambil membenarkan earpiecenya, mencoba mengusir gugupnya
“fighting!” ujar Maknae ke arah kamera
“aduh apakah ini nyata?” Yuri kembali berkata dan menghadap kamera
“ini bukan latihan” seru salah seorang kru
“ayo semua, ini rekaman asli! semangat Taeyeon. kita berusaha yang terbaik, oke?” ujar Taeyeon mengumpulkan tangan kesembilan member
“Satu, Dua, Tiga, Jigemeun SoNyeoShiDae! Fighting!” koor mereka kompak melakukan tos bersama.
mereka bertepuk tangan sejenak, dan berbaris untuk berjalan memasuki panggung
Sunny menyunggingkan senyum gugup plus aegyonya, dan member lain seperti Hyo memasang raut muka serius
riuh rendah suara fans menyambut para gadis-gadis memasuki panggung.
SNSD – Dashi Mannan Segye (Into The New World)
[TaeYeon] Junhaejoogoshipuh seulpeun shigani dah heutujin hooehya deullijiman
[TaeYeon] Ingin ku katakan kepadamu, Walaupun saat-saat sedih sudah menjadi masa lalu
[SeoHyun] Noonul gamgo neukkyubwa oomjigineun maeum neoreul hyanghan naenoonbicheul
[SeoHyun] Pejamkanlah matamu dan rasakan..Bagaimana kau mempengaruhi pikiranku, Bagaimana kau menarik pandanganku
[Jessica] Teukbyulhan gijugeul gidarijiman, noonapeh sun oorieh guchingileun
[Jessica] Jangan menunggu keajaiban, Ada jalan yang sulit di depan kita
[YuRi] Alsoo umneun miraeramyeon bakkooji annah. pogihalsoo ubsuh
[YuRi] Dengan rintangan dan masa depan yang tak diketahui. Aku tak akan berubah dan tak akan menyerah
[Tiffany] Byunchianneul sarangeuro jikyujwo sangchueebeun nae maeumkkaji
[Tiffany] Jangan sampai cintamu berubah, Demi hatiku yang terluka
[Sunny] Shisunsogesuh naneun piryo ubsuh. meomchwujyuh beorin ishigan
[Sunny] Menatap matamu tiada kata diperlukan. Waktu telah berhenti
Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Aku mencintaimu seperti ini. Akhir dari pencarian panjang
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Ku tinggalkan kesedihan yang tak berakhir di dunia ini
Soomanneun alsoo umneun gilsogeh heemihan bicheul nan jjojaga
Menapaki jalan yang banyak dan tak diketahui, Ku ikuti cahaya yang redup
Unjekkajina nuh hamkkehaneungeoya dashi mannan naeh segyeh
Itu sesuatu yang kita lakukan bersama sampai akhir, Menuju dunia baru kita
[YoonA] Teukbyulhan gijugeul gidarijiman noonapeh sun oorieh guchingileun
[YoonA] Jangan menunggu keajaiban, Ada jalan yang sulit di depan kita
[TaeYeon] Alsoo umneun miraewa bakkooji annah pogihalsoo ubsuh
[TaeYeon] Dengan rintangan dan masa depan yang tak diketahui Ku tak akan berubah, ku tak akan menyerah
[SooYoung] Byulchianeul sarangeuro jikyujwo sangchueebeun nae maeumkkaji
[SooYoung] Jangan sampai cintamu berubah, Demi hatiku yang terluka
[HyoYeon] Shisunsogesuh naneun piryo ubsuh meomchwujyuh beorin ishigan
[HyoYeon] Menatap matamu, tiada kata diperlukan, Waktu telah berhenti
Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Aku mencintaimu seperti ini. Akhir dari pencarian panjang
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Ku tinggalkan kesedihan yang tak berakhir di dunia ini
Soomanneun alsoo umneun gilsogeh heemihan bicheul nan jjojaga
Menapaki jalan yang banyak dan tak diketahui, Ku ikuti cahaya yang redup
Unjekkajina nuh hamkkehaneungeoya dashi mannan naeh segyeh
Itu sesuatu yang kita lakukan bersama sampai akhir, Menuju dunia baru KITA bersama
[SeoHyun] Irogeh kkamanbam holloh neukkineun
[SeoHyun] Merasa kesepian dikegelapan malam
[Jessica] Geudaeyeh boodeuruoon soomgyuree
[Jessica] Hembusan nafasmu yang lembut
[TaeYeon] Isongan ddaeseuhangeh gamgyuoneun modeun nayeh ddullim junhallae
[TaeYeon] Saat-saat ini, menjalinku dalam kehadiranmu, Aku ingin kau tahu semua getaranku
Saranghae neol ineukkim idaero geuryuwatdun hemaeimeh kkeut
Aku mencintaimu seperti ini. akhir dari pencarian yang panjang
Isesang sogesuh banbokdweneun seulpeum ijen annyeong
Ku tinggalkan kesedihan yang tak berakhir di dunia ini
Neol saenggangmanhaedo nan ganghaejyuh
Hanya memikirkanmu aku menjadi kuat
Uljianhke nareul dowajweo (Jessie : Dowajweo~)
Bantu aku untuk tidak menangis (bantu aku)
I sunganui neukkim hamkke haneun geoya
Aku merasa saat-saat bersama seperti ini
Dasi mannan urieh
Kita akan bertemu lagi
penampilan perdana mereka tersebut sukses tanpa cacat. kesemua member masih menampakkan muka gugup. seakan tidak percaya apa yang telah mereka lakukan.
“kamsahamnidaaa~” adalah kata pertama yang diucapkan para gadis2 ketika turun panggung hingga masuk ke ruang tunggu kembali, mereka mengucapkan kata tersebut hampir ke semua orang. namun momen berikutnya, merupakan saat yang membanggakan dan membahagaikan bagi 9 gadis itu
para keluarga dari mereka telah menanti.
“hahahaha, lihat, Jessica paling banyak menangis, padahal dia bilang tidak akan menangis setelah tampil hahaha” member Soshi di dorm tertawa haru melihat footage itu.
dari seluruh orangtua, terlihat ibu Sooyoung paling rajin dan memeluk bergantian satu-satu member SNSD.
“saat itu, keluargaku tidak datang.tapi orangtua kalian membuatku merasakan keluargaku hadir memberi selamat kepadaku” Fany menghapus air matanya di dorm
“Aku tidak tahu apa yang kurasakan. hahaha. aku tidak percaya ini sungguhan.” sahut Yoona menghapus air matanya ke arah kamera.
“aku tidak akan lupa penampilan hari ini. akan terus kusimpan di dalam hati dan tidak akan pernah lupa awal dari kami. dan menjadi SNSD selamanya seperti hari ini.” sahut Sooyoung bangga ke arah kamera
“kita baru saja mulai” pede Yuri sambil mengacungkan jempolnya ke arah kamera
disampingnya Sunny hanya mengangguk bangga dan berpeluh.
kemudian klip berganti menjadi pengumuman kemenangan mereka pertama kali, pada 11 Oktober 2007.
MC MCountdown saat itu, Park Junsu dan Lee Hyukjae membacakan hasil kemenangan SNSD. dengan selisih nilai yang tidak jauh yakni 889 mengalahkan Lee Seunggi dengan poin 875. itu adalah kemenangan pertama bagi mereka.
ketika naik keatas panggung, Sooyoung sudah menutupi mulutnya dan menangis, Hyoyeon tersenyum girang. Sunny menahan tangis, Tiffany dan Yoona sudah meneteskan airmata. Yuri Seohyun dan Jessica berkaca-kaca, hanya Taeyeon yang memaksakan ekspresi tegar tersenyum dan berkaca-kaca, mengucapkan banyak terimakasih pada manager oppa, SM family, keluarga, serta fans mereka.
“hahaha, aku jelek sekali bermuka nangis begitu di TV” Yuri berkomentar sambil menghirup hidungnya yang mampet
sementara yang lain tersenyum haru melihat performa encore mereka untuk pertama kalinya di televisi. penampilan encore penuh dengan airmata bahagia.
klip kemudian berganti lagi.
29 Februari 2008
“oh, aku tidak akan lupa tanggal ini.” ujar Taeyeon 
“ini membuatku yakin bahwa Tuhan memang adil” Fany melanjutkan
pada tanggal itu, SNSD yang akan menuju panggung Music Bank mengalami kecelakaan ditengah perjalanan. pihak Music Bank mengatakan mereka akan mem-ban SNSD bila mereka tidak dapat hadir di panggung hari itu juga.
dalam keadaan panik berlarian menuju studio, ada anti fans yang sempat-sempatnya mendorong Jessica hingga ia terjatuh ke lantai. semua member hanya berharap mereka tidak akan mendapat sial lebih banyak.
namun pada hari itulah, momen dimana SNSD memenangkan panggung Music Bank dengan single baru mereka. dengan nilai 5248 poin. semua member tidak percaya. ketika MC mengumumkan pemenang Music Bank hari itu, Sunny dan Yuri langsung sesenggukan tidak dapat menahan tangisnya. semua fans bersorak ramai. member Soshi masih ditenangkan tangisannya oleh MC yang terus-terusan memberikan selamat. Sooyoung mengucapkan terimakasihnya dengan tergagap berlinang air mata. sesenggukan Sunny & Jessica masih terdengar keras. encore Kissing You mereka berlinang airmata haru dan bahagia.
“aku masih tidak percaya hari itu. Tuhan memang maha pengasih.” Sunny mengusap airmatanya.
“ya! apa-apaan ini Choi Sooyoung menyuruh kita menonton video seperti ini!?” Yuri tidak tahan. namun wajah tangisnya menyunggingkan senyum bahagia.
video pun menjadi hitam. lalu tuilisan pink muncul.
“namun yang tidak terlupakan bagi kita..”
“Miracle Of 9.”
27 Februari 2009
video menampilkan kemeriahan kemenanangan SNSD di music bank. kali ini yang ketujuh kalinya. dengan single terbaru mereka, Gee. sebelumnya mereka berturut turut memenangi peringkat pertama Music Bank :
1st win: 16 Jan 2009
2nd win: 23 Jan 2009
3rd win: 30 Jan 2009
4th win: 6 Feb 2009
5th win: 13 Feb 2009
6th win: 20 Feb 2009
kemenangan ketujuh kalinya itu disambut meriah oleh fans di studio. bahkan MC tidak hentinya memuji bahwa rekor baru di Music Bank telah pecah, yakni sebanyak 7 kali kemenangan berturut-turut.
member lain saling berpelukan. Sooyoung mengucapkan terimakasihnya sambil menahan tangisnya. member lain tersenyum dengan berkaca-kaca..
“namun, keajaiban terus terjadi..” begitu bunyi tulisan pink di layar video
13 Maret 2009
kesembilan member berdiri di panggung. mereka mengucapkan terimakasih karena masih mendapatkan nominasi kembali untuk peringkat pertama Mubank, setelah sebelumnya pada 6 Maret mereka memenangkan ke delapan kalinya.
mereka tidak mengharapkan untuk merasakan kemenangan lagi, namun SONE sudah berteriak keras mendukung mereka d studio, masih mengharapkan yang terbaik untuk mereka.
ketika pengumuman akan dibacakan, tidak ada satupun member Soshi yang tegang, mereka sudah tidak berharap akan kembali meraih kemenangan. namun ketika MC mengucapkan selamat kepada SNSD karena kembali berhasil meraih kemenangan,  semua member ternganga tidak percaya, dan menutupi mulut mereka smua. yang terucap dari mulut mereka hanya “kamsahamnida!” “woah!” karena tidak percaya. Sunny terduduk penuh syukur dan dibangunkan oleh Hyoyeon. Fany mengucap rasa terimakasihnya dengan suara haru menahan tangis..SONE pun menggila berteriak karena berulangkali mendengar “Saranghae, Kamsahamnida” dari SNSD.
member SNSD di dorm tidak berkata apa-apa. momen itu tidak dapat dikomentari dengan kata-kata. semua tersenyum bahagia
“9 members”
“9 different person”
“ONE dream”
tulisan pink tersebut bergantian muncul pada layar video.
“apa kita tidak melupakan satu hal lagi yang lebih penting?”
video kemudian berganti ke rekaman amatir Sooyoung
“ahem, Tes 1,2,3?” Sooyoung menyapa kamera videonya
“onnie? apa kabar? kalian sehat kan disana?”
“cih, tumben Sooyoung mengatakan “onnie” kepada kita, pasti ada maunya” ujar Sunny yang masih sembab
“onnie, ini kupersembahkan untuk kita, mohon maaf jika videonya tidak bagus. hehehe…ingat. aku yang mengeditnya, meskipun tidak semua kurekam sendiri.”  Sooyoung riang
kamera berganti ke segerombolan orang ramai
“SNSD! saranghae!” koor banyak orang itu, mereka semua memakai atribut pink dan bersorak ramai.”
“onniedeul! kami menanti kalian sampai kapanpun!” teriak salah satu fans
“NUNAAA, datanglah ke negara kami! sudah lama kami menanti kalian!” seru salah satu fanboy mengibarkan bendera merah putih.
ternyata video itu merupakan gathering SONE di korea, meskipun begitu, banyak fans2 internasional berdatangan dari mancanegara. suasana sangat riuh
“Onnie, jangan berpisah.. kami tidak akan pernah kecewa dengan kalian!” ujar salah satu fans lagi
“karena kalian, aku jadi cinta korea. i love korea!” ujar fans bule
“kami akan selalu ingat janji kita, berjanjilah kalau kalian juga belum lupa” ahjussi fans terharu
“onnideul, aku ingin bertemu kalian, meski hanya melalui layar kaca.” sahut salah satu gadis
“kalian adalah kebanggan korea, jangan kecewakan kami. kami sayang dan bangga pada kalian.” seorang ahjumma berkomentar
“aduuh, kenapa bukan Saebyuk yang mewawancarai aku, kemana dia aku ingin bertemu dengannya!” ujar seorang nenek2 menepuk Sooyoung yang memegang kamera
“SNSD membuatku menjalani hidup dengan semangat, aku iri dengan kekompakan dan perjuangan keras kalian hingga saat ini.” seorang fanboy berkomentar.
“Lee Sunny saranghaee!” teriak seorang pelajar
“Kwon Yuri seksi paraaaah!” lanjut salah satu fans
“Jessica seorang dewi!” fangirl tidak kalah
“Im Yoona noumu yeppo!”
“Tiffany is the best!” ujar fans bule
“Dancing Queen Hyoyeon jjang!”
“Sooyoung kau membuatku gila!”
“pure Seohyun saranghae!”
“Kim Taeyeon daebaak!”
“Kim Taeyeon! Kim Taeyeon! Kim Taeyeon!” koor massa tiba-tiba memuja Taeyeon
“dan berikut ini, kupersembahkan video dari SONE seluruh dunia. mereka mengirimkan videonya kepada kita..”  video riuh rendah kumpul SONE tadi berganti menjadi tulisan piink kembali
“Hello Girls’ Generation! we’re from America! glad you guys have performing here. it was beautiful memory for us! hope we can see you again soon. we reeaally love you guys from deepest of our hearts. saranghaee” para SONE Amerika menutup videonya
“Konnichiwa~ watashi tachi wa SJJD no Nihon fansu desu! minnasan totemo totemo sutekina garlgroupude, watashi tachi wa ishho kenben minasan wo oen shite imasu! SJJD gambare! Aishiteru!” koor SONE Jepang di video tersebut.
“Anyonghaseyo! kami dari Indonesia. meskipun kami hanya dapat melihat kalian melalui layar komputer dan televisi kami, kami selalu setia mendukung kalian! kami akan menantikan pertemuan dengan kalian disini! member Soshi lain, kami tunggu wisata kalian ke Bali! Jigemeun SNSD!” SONE indonesia menyampaikan pesannya
dan banyak lagi video rekaman dari fans luar negeri, dibuat dan dikirim oleh para fans mancanegara melalui situs resmi
“ingatkah kita, bahwa kita tidak berjuang sendirian..”
“kita bagaikan satu, tak terpisahkan.”
“meskipun kita kuat dengan 9, kita tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan.”
“karena 9 + (so) 1 = 10. perfect score.”
“let’s US bring the BEST to ALL.”
melihat itu semua para member Soshi sesenggukan dan saling berpelukan.
dan, video tersebut berakhir. kembali ke studio bersama Sooyoung dan Jessica.
Sooyoung sudah berkaca-kaca. Jessica menutup mulutnya dengan haru
“yorobun, sebenarnya kami masih punya video yang direkam oleh Sica di Amerika. tapi..”
“mianhada. aku gagal merekamnya, fans2 Amerika terlalu mengenaliku, dan temanku yang seharusnya membantuku dia sakit.” Sica berkata malu
“aeei bilang saja kau memang malas kan, Sica?!” kompak Yul dan Taeyeon
“ah semua, maafkan aku. seharusnya aku bisa membawakan acara spesial ini dengan baik. tapi..” Sooyoung menahan tangisnya di layar TV
“kau jahat Sooyoung-ah, kukira kau akan kabur dan meninggalkan kami semua..awas kalau aku bertemu denganmu.” Sunny masih berkaca-kaca
“tingtong” bel dorm soshi dibunyikan.
“siapa ya semalam ini?” sahut Hyoyeon.
“Yoona, coba buka.” ujar Fany
Yoona menghampiri pintu, dan ketika membukanya..
“onnie!! kenapa kau bisa ada disini?”
Sooyoung dan Jessica masuk dorm ragu-ragu, dan memeluk Yoona haru
“yorobun, tebak siapa yang datang?” Yoona gembira menggandeng dua onnienya.
“haaah. omo?! kenapa kalian bisa kesini?” Sunny menutup mulutnya terkaget
“aku sudah pulang ke korea beberapa hari yang lalu. kemudian bertemu Sica. dan kami berencana membuat proyek ini bersama. hehe. bagaimana?” Sooyoung meneteskan airmatanya
semua member tidak ada yang menjawab, melainkan langsung bangkit berdiri dan memeluk erat Sooyoung dan Jessica.
“kukira, kukira kau akan meninggalkan kami beneran Sooyoung-ah!” tangis Taeyeon
“mianhada onnie, bagaimana aku dapat meninggalkan kalian? semua orang mengenaliku dengan SNSD Sooyoung. tanpa kalian aku bukan siapa-siapa.” isak Soo
“Sica ya, kukira kamu akan meninggalkan kami dan tinggal kembali di Amerika” Yuri berkata jujur
“semalas apapun aku, aku tidak akan meninggalkan diriku sebagai member SNSD.” Sica menjulurkan lidahnya
“bukankah karena kau ada di SNSD jadi bisa bermalas-malasan?” sindir Hyoyeon
semua tertawa lepas.
mereka melepaskan pelukan dan duduk perlahan bergandengan tangan. seperti biasanya.
“yorobun, boleh aku bicara?” sahut Taeyeon
“ih apa-apan kau Tae, sejak kapan leader minta ijin bicara?” ujar Fany
“tentu, ngomong aja apa yang ingin kau sampaikan” Hyo tersenyum
“tadi, ketika aku menonton video dari SONE. aku malu sekali. mereka bilang, mereka selalu ingat dengan janji kita. apakah..apakah kita akan selalu ingat janji kita?” Taeyeon serius
“tentu. bukankah itu yang kita ucapkan pertama kali, yang membuat kita menjadi satu.” ujar Sooyoung
“akan kuukir dalam hati, dan akan selalu kupegang selalu.” Sunny menambahkan
“aku ingin kata-kata ini selalu diingat oleh smua, dan bangga mengucapkannya.” Yuri angkat bicara.
“aku tidak pernah sekalipun ragu dengan janji kita” ujar Maknae
Yoona menyodorkan tangan kanannya ke tengah lingkaran. menyunggingkan senyum
diikuti oleh Hyoyeon, Jessica, dan lainnya.
“1, 2, 3″ taeyeon memberi aba-aba tanpa diminta
Jigemeun SNSD!
Appeurodo SNSD!
Yeongwonhi… mereka saling bertatapan dalam. haru. bangga. yakin akan diri mereka, dan mantap mengatakan.. 
SoNyeoShiDae!

[Jessica] Noonbooshin gyejol gadeukhi hyangiro oon goril jina
Saat kita melewati jalan yang harum di musim yang indah ini

[Yuri] Jokshim seuron nae bal goreun doogeun goryo
Langkah kakiku yang berhati-hati, mendebarkan

[TaeYeon] Jogi meolli nal hyanghae eutneun geudae moseub gaga wojimyun
Saat kau mendekat padaku sambil tersenyum dari jauh sana

[Sunny]Sesang modeun haengboki da nae got gata
Semua kebahagian di dunia rasanya seperti milikku saja

[Tiffany]Neujeun ohu haesaleh moon deuk jameso gae
Cahaya mentari senja membangunkanku dari tidurku

[SooYoung] geudae moreuge usojyo
Tanpa kau tahu, aku tertawa
sacred circle that bond you and us
[All]Ajikdo mon mi raeye irige jiman
Meskipun masih jauh di masa depan
Geudae goomi anigil
Ku tak ingin ini hanya menjadi impian
Just one love oori doori goro ganeun giri
Hanya satu cinta, kuharap jalan yang kita lalui
[Jessica] gagireul baraeyo
Adalah jalan yang sama

[SeoHyun]Good morning mae il achimen nalgae ooneun geudaeye jonhwa
Selamat pagi. Teleponmu yang membangunkanku setiap pagi

[Yoona]Machi oori hamke matneun achim gata
Terasa seperti pagi yang kita bagi berdua

[TaeYeon]Yonghwa chorom gon nejun yebeun satang boda
dibandingkan permen cantik yang kau berikan seperti di film-film

[Hyoyeon] do ook dalgom han geudae jyo
Kaulah yang lebih manis

[All]Anheun shiganeul dara byonhagetgi man
Walau akan berubah seiring berjalannya waktu
doo son noji an gireul
Jangan lepaskan kedua tangan kita
Just for love yongwontorok majimakil sarang
Hanya demi cinta, kuharap selamanya cinta terakhirku ini

[Tiffany] geudaegil baraeyo
Adalah dirimu
its the dramatic win in Kissing You perform 29-2-2009
[Sunny]Numoona sojong hangolryo
Cintamu adalah sesuatu yang begitu berharga
[Seohyun] geudaeye sarangii
Begitulah cintamu

[Jessica]Oh it’s true ojik saroman bomyo geudae gyute itgo shipo
Oh itu benar. Aku hanya ingin kau disampingku dan kita saling menatap
[All]Man heun shigan soge byon han getjiman dooson noji an gireul
Walau akan berubah seiring berjalannya waktu, jangan lepaskan kedua tangan kita
Just for love yongwon torok ajimanil sarang
Hanya demi cinta, kuharap selamanya cinta terakhirku..

[Taeyeon] geudae gil barae yo
adalah dirimu

[Jessica] To make my life complete

[Tiffany] You make my life complete

END
———————-
Quotes from the Girls
“So let’s become best friends that don’t get ashamed of each other but cherish and have plenty of care for each other.” - Kim Taeyeon (SNSD Official Website, 10th Dec 2010)
“We wil show you a SNSD that works even harder in the future. We will try hard to deserve even more love in the future as well.” - Lee Soonkyu (Melon Music Award, 16th Dec 2009)
“Nine people who are very different from each others, have now become one.” - Choi Sooyoung (Golden Disk Award, 10th Dec 2010)
“I mean we can’t be promoting as SNSD until we’re ahjummas. However, like Shinhwa sunbaenims, even when everyone is focusing on their individual activities, I would like for us to get together and hold a concert or release albums…I want SNSD to be like that.” - Im Yoona (Win Win Ep.11, 2010)
“I wish SNSD’s way down can be more beautiful than anyone else’s and that we will enjoy what we have right now. I wish we would all do things with a positive mind.” – Jessica jung (Win Win Ep.11, 2010)
“They say ‘Lucky Number 7′ but Lucky Number 9 has been ingrained in my head. My lucky number is 9.” - Stephanie Hwang (Midnight TV Entertainment, 11th Nov 2010)
“I think it’s great that a group of friends are pursuing a single dream and creating amazing memories in the process.” - Kwon Yuri (Midnight TV Entertainment, 11th Nov 2010)
“I am still a student. My classmates study really hard, so I feel like I should too. But they always say things like “You don’t have to.”“Aren’t you busy?”“Just give up, you have another way.” But I don’t think that’s right. There’s no reason for me to give up, I didn’t quit high school.” - Seo Juhyun (Girls Go To School?)
“Every single member is so precious to me and like family to me.. I may joke around with them a lot but I can’t talk seriously with them..because it’s awkward for me. But on the inside, I really do think of each one of you so much and I want you all to know that.”Kim Hyoyeon (Taeyeon’s Chin Chin Radio, 13th January 2009).
Girls’ Generation, selama 5 tahun ini, kalian tidak bermimpi sendirian.
kami disini setia mendukung kalian. mimpi kalian, adalah mimpi kami juga.
kami berusaha mencintai kalian, sebagaimana kalian mencintai kami.
melompatlah lebih tinggi, jauh lebih tinggi lagi hingga kami tidak dapat menggapai kalian..
namun tetap ingatlah kami, sebagai kenangan terindah dalam hidup kalian.. sebagaimana kalian memberikan kenangan terindah dalam hidup kami.
I want to dream forever with you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar